Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menghadiri konferensi pers Kapolri, Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. terkait Joint Operation pengungkapan 1,16 ton narkoba jenis ketamine di perairan Selat Malaka yang digrlar Polri di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Pelindo, Belawan, Sumatera Utara, Jumat (23/10).
Rektor UMSU hadir bersama dengan sejumlah tokoh undangan lainnya diantaranya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M.; Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Erni Ariyanti Sitorus, S.H., M.Kn, Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H.; Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, S.I.P., M.Han.
Pengungkapan kasus narkoba tersebut merupakan hasil operasi gabungan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Sumatera Utara dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika melalui jalur perairan Selat Malaka.
Kehadiran Rektor UMSU dalam kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi perguruan tinggi dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba serta memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
UMSU sebagai institusi pendidikan tinggi berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, termasuk mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba demi melindungi generasi muda dan mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik.
Dalam konferensi pers terungkap pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, melalui penguatan edukasi, peningkatan kesadaran generasi muda, serta pembentukan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika
Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika yang mengancam masyarakat.


